PERDAGANGAN MANUSIA (HUMAN TRAFFICKING) DAN BUDDHISME

PERDAGANGAN MANUSIA (HUMAN TRAFFICKING) DAN BUDDHISME

Isu perdagangan manusia atau trafficking khususnya perempuan dan anak berapa bulan terakhir cukup mendapat soroton di berbagai media massa. Media massa tidak hanya sekedar menyoroti kasus-kasus tersebut saja akan tetapi juga lika- liku tindakan penyelamatan yang dilakukan aparat penegak hukum terhadap korban serta bagaimana upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan tersebut.

Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mendefinisikan trafficking sebagai: Perekrutan, pengiriman, pemindahan, penampungan, atau penerimaan seseorang, dengan ancaman, atau penggunaan kekerasan, atau bentuk-bentuk pemaksaan lain, penculikan, penipuan, kecurangan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, atau memberi atau menerima bayaran atau manfaat untuk memperoleh ijin dari orang yang mempunyai wewenang atas orang lain, untuk tujuan eksploitasi. (Protokol PBB tahun 2000 untuk Mencegah, Menanggulangi dan Menghukum Trafficking terhadap Manusia, khususnya perempuan dan anak-anak; Suplemen Konvensi PBB mengenai Kejahatan Lintas Batas Negara)

Trafficking disebabkan oleh beberapa hal yang terdiri dari bermacam-macam kondisi serta persoalan yang berbeda-beda antara lain : rendahnya tingkat pendidikan, status sosial, kemiskinan (misalnya orang tua memiliki hutang dan harus membayar dengan tenaganya tanpa memberi upah), kurangnya wawasan, kurang memahami ajaran agama, dll.

Ada beberapa bentuk trafficking manusia yang terjadi pada perempuan dan anak-anak:

  1. Kerja paksa seks & eksploitasi seks – baik di luar negeri maupun di wilayah Indonesia.
    1. Pembantu rumah tangga (prt) – baik di luar ataupun di wilayah indonesia.
    2. Bentuk lain dari kerja migran – baik di luar ataupun di wilayah indonesia.
    3. Penari, penghibur & pertukaran budaya – terutama di luar negeri.
    4. Pengantin pesanan – terutama di luar negeri
  2. Beberapa bentuk buruh/pekerja anak – terutama di indonesia.
  3. Trafficking/penjualan bayi – baik di luar negeri ataupun di indonesia
  4. Bahkan ada juga yang diambil organ tubuhnya untuk diperjual-belikan

Sasaran yang rentan menjadi korban perdagangan perempuan antara lain:

  1. Anak-anak jalanan
  2. Orang yang sedang mencari pekerjaan dan tidak mempunyai pengetahuan informasi yang benar mengenai pekerjaan yang akan dipilih
  3. Perempuan dan anak di daerah konflik dan yang menjadi pengungsi
  4. Perempuan dan anak miskin di kota atau pedesaan
  5. Perempuan dan anak yang berada di wilayah perbatasan antar negara
  6. Perempuan dan anak yang keluarganya terjerat hutang
  7. Perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga, korban pemerkosaan

Pelaku biasanya memberikan iming-iming yang menggiurkan sehingga korban mudah terpancing dengan iming-iming tersebut.

Untuk mencegah terjadinya trafficking, pemerintah hendaknya mengeluarkan undang-undang dan tindakan yang tegas bagi pelaku. Mengapa harus ada undang-undang trafficking?

  1. Trafficking adalah sebuah bentuk perbudakan
  2. Trafficking adalah kejahatan yang dilakukan di seluruh dunia termasuk Indonesia
  3. Dari kasus-kasus yang di Indonesia diketahui bahwa ribuan hingga jutaan orang indonesia rentan terhadap trafficking
  4. Pelaku trafficking menjadikan orang ingin bermigrasi baik di daerah lain di Indonesia maupun ke luar negeri sebagai mangsa mereka
  5. Hukum kurang efektif mendefinisikan traficking, untuk membuat jera pelaku ataupun untuk melindungi korban.

Seperti halnya beberapa hari yang lalu, sebanyak 15 orang korban trafficking dapat melarikan diri dan pulang ke indonesia. Dengan adanya kasus seperti ini, korban berhak menerima rehabilitasi kesehatan, sosial dan berhak mendapatkan bantuan hukum serta berhak mendapatkan restitusi dari pelaku atas kerugian harta benda atau penghasilan, penderitaan psikologis, biaya pengobatan maupun biaya lain yang dikeluarkan dan yang terpenting pelaku harus ditindak pidana agar jera.

Upaya Masyarakat dalam pencegahan trafficking yakni :

  1. Memperbaiki kualitas pendidikan dari tingkat Sekolah Dasar sampai Sekolah Menegah Atas untuk memperluas angka partisipasi anak laki-laki dan anak perempuan;
  2. Mendukung keberlanjutan pendidikan dasar untuk anak perempuan setelah lulus sekolah dasar;
  3. Menyediakan pelatihan keterampilan dasar untuk memfasilitasi kenaikan penghasilan;
  4. Menyediakan pelatihan kewirausahaan dan akses ke kredit keuangan untuk memfasilitasi usaha sendiri;
  5. Merubah sikap dan pola fikir keluarga dan masyarakat terhadap trafficking anak.

TRAFFICKING MENURUT BUDDHISME

Trafficking adalah sebuah bentuk kekerasan, yang dalam agama Buddha telah melakukan pelanggaran pada Pancasila Buddhis sila yang pertama yaitu memaksakan kehendak atau kekerasan identik dengan pembunuhan, melanggar sila yang ke-3 yaitu telah melakukan perzinahan (pemerkosaan pada anak di bawah umur maupun pada wanita yang bukan istrinya).

Dalam Maha Parinibbana Sutta juga dijelaskan, bahwa ada 7 syarat bagi kesejahteraan suatu bangsa yang salah satunya adalah melarang keras adanya penculikan-penculikan terhadap wanita-wanita.

Perdagangan makhluk hidup ataupun trafficking adalah termasuk dalam 5 jenis perdagangan yang harus dihindari menurut pandangan Buddhis, yang terdapat dalam Vyagha Pajja Sutta (A. III 207). Memperdagangkan makhluk hidup seperti pada praktik perbudakan, menjual bayi atau anak dan wanita, termasuk bisnis pelacuran adalah kejahatan. Orang yang melakukan kejahatan ini, akan menderita di kehidupan ini dan kelak akan terlahir di alam binatang akibat dari perbuatana dan kebodohannya.

KESIMPULAN

Dalam penanganan perdagangan perempuan dan anak, diharapkan keterlibatan berbagai pihak di dalamnya mulai dari pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah, kalangan akademisi,  kelompok masyarakat, individu untuk dapat membantu korban perdagangan perempuan dan anak maupun untuk membantu memberikan dukungan dan tekanan terhadap pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang berpihak melindungi korban dan menjerat pelaku perdagangan. Kuatnya keyakinan terhadap ajaran agama, mengetahui akibat-akibat dari perbuatan yang dilakukan, dapat juga mengurangi terjadinya trafficking.

SARAN

Yang dapat anda lakukan jika saudara atau teman anda menjadi korban perdagangan (trafficking) berikan dukungan secara penuh, dan kumpulkan bukti-bukti dengan mencatat tanggal, tempat kejadian serta ciri-ciri pelaku. Serta pilih orang yang dapat dipercaya (keluarga)  untuk menceritakan permasalahan yang terjadi. Minta tolong untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: