BEDAH PLASTIK DAN BUDDHISME

BEDAH PLASTIK DAN BUDDHISME

By:nawa vimsati virya

Bedah plastik pada zaman sekarang ini sangat diminati oleh orang yang mengutamakan penampilan. Salah satu alasan untuk melakukan operasi plastik, adalah karena ingin tampak lebih muda. Contohnya, Stanley Yacobs, seorang aktor Amerika yang kembali mendapat “order” segera melakukan operasi plastik. Ia mengatakan bahwa penampilan merupakan hal yang penting baginya.

Berbagai pendapat orang ada yang setuju dengan hal itu dan ada yang kurang setuju. Bagi yang kurang sejutu karena hal tersebut hasilnya buruk dari yang sebelumnya dan ada efek-efek yang bisa menimbulkan infeksi kulit. Tetapi bagi yang mereka yang pernah bedah plastik yang hasilnya bagus makin senang karena menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Hal di atas merupakan saling pro dan kontra antara yang satu dengan yang lain. Di bawah ini artikel mengenai bedah plastik dalam pandangan umum dan pandangan Buddhis.

Bedah Plastik Dalam Pandangan Umum

Bedah Plastik merupakan suatu cabang Ilmu Bedah yang mengerjakan operasi Rekonstruksi dan Estetik. Istilah ”Plastik” sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu plasticos yang berarti dapat diubah atau dibentuk bukan dengan menggunakan bahan dari plastik, tetapi dengan menggunakan bahan dari tubuh sendiri (lemak, tulang rawan, kulit,dan lain-lain) atau bahan artificial (implant) seperti silikon padat untuk memancungkan hidung atau silikon gel untuk membesarkan payudara.Operasi Rekonstruksi dan Estiket. apa yang membedakan operasi Rekonstruksi dan Estetik adalah dari tujuan prosedur pembedahan itu sendiri. Pada operasi rekonstruksi diusahakan mengembalikan bentuk/penampilan serta fungsi menjadi lebih baik atau lebih manusiawi setidaknya mendekati kondisi normal. Pada operasi estetik, pembedahan dilakukan pada pasien-pasien normal (sehat), namun menurut norma bentuk tubuh kurang harmonik (misalnya, hidung pesek), maka diharapkan melalui operasi bedah plastik estetik didapatkan bentuk tubuh yang mendekati sempurna.Yang perlu dipahami mengenai bedah plastik, adalah bukan permainan sulap, tindakan pembedahan sendiri didasarkan ilmu pengetahuan kedokteran khususnya mengenai luka dan proses penyembuhan yang berjalan alami. Penyembuhan luka dapat berlangsung sampai 12 bulan, dengan akan meninggalkan bekas luka,disinilah peran bedah plastik, dalam upaya menyembunyikan bekas luka sayatan atau meninggalkan bekas luka yang samar,yang berwewenang melakukan Bedah Plastik. yang diperbolehkan mengerjakan operasi Bedah Plastik adalah dokter yang sudah menjalani pendidikan Bedah Plastik yaitu mengikuti bedah dasar selama 2(dua) tahun dan bedah Plastik selama 3(tiga) tahun minimal.

Sering menjadi pertanyaan, apakah bedah plastik berbahaya? Selama tindakan dikerjakan oleh dokter spesialis bedah plastik dengan mengikuti hukum alam, proses penyembuhan luka maka tidak ada bahaya seperti yang sering terjadi di kalangan tenaga nonmedis (masyarakat awam, salon, dan sebagainya) yang berani menawarkan hasil yang instan dengan menggunakan bahan suntikan seperti silikon cair, kolagen untuk memancungkan hidung atau membesarkan payudara.Silicon cair sendiri telah lama ditinggalkan (1971) karena merusak kulit. Akibat reaksi kulit yang terjadi sering perlu dilakukan tindakan pembuangan jaringan di kemudian hari, sedangkan implan kolagen lebih bersifat untuk rejuvenasi kulit bukan untuk augmentasi dan perlu pengulangan tindakan setiap 3(tiga) bulan.

Berdasarkan proses penyembuhan luka, beberapa jenis operasi rekonstruksi maupun estetik perlu beberapa tahap operasi. Operasi pertama yang langsung mengatasi keluhan, operasi kedua untuk perbaikan atau refinement.Sesuai dengan kaidah proses alami penyembuhan luka sebaiknya ada jeda waktu antara tahap-tahap opersai 6-12 bulan.

Apakah Jenis-jenis Pembedahan Rekonstruksi Itu?

  1. Rekonstruksi kelainan bawaan seperti sumbing bibir dan langitan, hipospadi (alat kelamin    pria melengkung), hemangioma (kelainan pembuluh darah pada kulit).
  2. Cacat akibat trauma/kecelakaan seperti luka bakar, kontraktur akibat luka bakar, pengangkatan tumor, ablati payudara,
  3. Cacat karena Infeksi seperti noma, dimana penderita mengalami disfigurasi yang memprihatinkan,
  4. Bedah Kraniofasial dan bedah maksilofasial, khusus menangani kelainan bawaan bentuk kepala dan   muka (patah tulang muka akibat kecelakaan).
  5. Bedah mikro (seperti traumatik amputasi jari yang memerlukan penyambungan pembuluhDarah).

Sedangkan pembedahan Estetika dibedakan dalam dua (2) kategori yaitu pembedahan yang disebabkan proses penuaan, bertujuan memperbaiki struktur otot maupun kulit yang sedang mengalami proses degenerasi (kehilangan elastisitas sehingga kendur) seperti facelift atau pengencangan muka atau blepharoplasti (perbaikan kelopak mata). Saat ini, pandangan masyarakat tentang bedah plastik berorientasi hanya pada masalah kecantikan (estetik), seperti sedot lemak, memancungkan hidung, mengencangkan muka, dan lain sebagainya.Ruang lingkup bedah plastik sangatlah luas. Tidak hanya masalah estetika, tetapi juga rekonstruksi, seperti pada kasus-kasus luka bakar trauma wajah pada kasus kecelakaan, cacat bawaan lahir (congenital), seperti bibir sumbing, kelainan pada alat kelamin,serta kelainan congenital lainnya. Namun bukan berarti nilai estetika tidak diperhatikan. Dan  tindakan lengkap untuk melakukan kedua hal ini tentunya hanya bedah plastik. Akhir-akhir ini sering sekali dijumpai maraknya praktik-praktik bedah plastik ilegal. Baik yang dilakukan secara sembunyi ataupun secara terang-terangan. Kasus ini sering kita temui di salon-salon yang menawarkan jasa bedah plastik. Ramainya pelaku pembedahan dilakukan oleh pihak yang tidak professional.

Seringkali praktik-praktik ilegal seperti ini menimbulkan masalah pada pasien karena prosedur yang dijalankan tentunya tidak sesuai dengan prinsip-prinsip bedah plastik. Sebagai contoh penggunaan bahan sintetis yang tidak tepat sehingga mengakibatkan efek samping. Setelah pasien mengalami efek samping yang parah, baru datang berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah plastik, walaupun dalam kebanyakan kasus hal itu sudah terlambat untuk ditangani. Sudah menjadi tugas bersama, terutama para dokter spesialis bedah plastik untuk menyosialisasikan serta memberikan pendidikan kepada masyarakat awam tentang apa itu bedah plastik, ruang lingkup, serta perannya dalam berbagai masalah kesehatan di Indonesia. Sumber-sumber informasi dan pengetahuan mengenai bedah plastik seperti buku dan majalah yang secara khusus membahas mengenai bedah plastik, juga diperlukan agar masyarakat dapat mengetahui dan memahami hal-hal yang berkaitan dengan bedah plastik.

Menurut dokter ahli bedah plastik RS. Dharmais dr. Irena Sakura Rini, menyebutkan, bedah plastik umumnya ada dua keilmuan, yakni bedah plastik estetik yang lebih menitik beratkan pada kecantikan, dan bedah plastik rekonstruksi yang ditujukan untuk memperbaiki jaringan yang rusak karena kelainan lahir, atau paska pengangkatan tumor:

Tips sebelum menjalankan bedah plastik sebagai berikut:
1. Cari tahu bedah plastik dan ahlinya yang benar;
2. Cari tahu apa saja resiko dari bedah plastik tersebut;
3. Perhatikan jenis bedah plastik yang bisa dan yang tidak bisa dilakukan;
4. Apa alasan Anda menjalani bedah plastic;
5. Apa saja persiapannya;
6. Jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes,anemia,hipertensi,dan penyakit kronis, sebaiknya menjalani perawatan panjang sebelum menjalankan, atau tidak melaksanakan sama sekali (jika itu adalah bedah estetik).

Bedah Plastik Dalam Pandangan Buddhisme

Bedah plastik menurut Buddhisme, hal ini tidak melanggar sila sepanjang memiliki tujuan yang positif atau bukan untuk penipuan. Contohnya: penjahat kabur kemudian mengubah wajahnya dengan tujuan orang tidak mengenal lagi sehingga ia lolos dari kejahatannya. Dalam agama Buddha, wanita yang mengubah kelamin menjadi pria tidak diperkenankan untuk menjadi bhikkhu. Selain itu pandangan agama Buddha setuju apabila bedah plastik untuk pengobatan, misalnya: bibir sumbing, luka bakar, atau penyakit kulit yang akibat dari kecelakaan maupun bawaan sejak lahir melainkan bukan agar kelihatan awet muda terus.

Buddhisme tidak melarang bedah plastik, tetapi apabila kita melakukan bedah untuk tujuan mempercantik diri berarti itu kurang sesuai dengan ajaran Buddha, karena hal tersebut telah muncul Lobha (keserakahan/ melekat pada objek). Jika bedah plastik itu berjalan dengan lancar dan hasilnya bagus, kita akan semakin melekat padanya. Tetapi apabila bedah plastik itu tidak berjalan dengan lancar atau hasilnya menjadi buruk dari yang sebelumnya, maka akan menimbulkan Dosa (kebencian/menolak objek). Apabila hal tersebut sudah terjadi maka akan timbul Moha (kebodohan batin) yang selalu mengikutinya.

Dalam Brahma Viharapharana, Buddha mengajarkan kita bahwa “Semua makhluk adalah pemilik perbuatan mereka sendiri, terwarisi oleh perbuatan mereka sendiri, lahir dari perbuatan mereka sendiri, berkerabat dengan perbuatan mereka sendiri, tergantung pada perbuatan mereka sendiri. Perbuatan apa pun yang mereka lakukan, baik atau buruk; perbuatan itulah yang akan mereka warisi” (Parita Suci, Yayasan Sangha Theravada Indonesia: 40). Dengan demikian kita tahu bahwa dalam ajaran agama Buddha, baik atau buruknya kondisi pada kehidupan ini merupakan akibat dari karma masa lampau (baik atau buruk). Tetapi untuk memperbaiki karma yang kurang baik, misalnya: memiliki wajah yang kurang cantik,tidak tampan, kulit hitam, dan sebagainya; bukan dengan cara bedah plastik walupun sebenarnya memiliki kesehatan jasmani dan rohani, melainkan memperbaiki perbuatan kita agar sesuai ajaran yang benar. Seperti yang tertulis dalam Dhammapada ayat 262 yang tertulis “Bukan karena wajahnya yang tampan yang menandakan seseorang dapat menyebut dirinya orang baik apabila ia masih bersifat iri, kikir dan suka menipu”. Jadi yang diutamakan dalam agama Buddha adalah jiwa yang baik.

KESIMPULAN

Bedah plastik tidak dilarang dalam pandangan Buddhis, sepanjang hal itu mempunyai tujuan yang baik, untuk pengobatan dan bukan untuk penipuan. Karena pada hakekatnya apa yang kita miliki harus disyukuri. Ketampanan, kencantikan bukanlah hal utama melainkan memiliki kesehatan dan jiwa yang baik itulah hal yang utama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: