Menjaga Stabilitas Dalam Kehidupan Sehari-hari

Menjaga Stabilitas Dalam Kehidupan Sehari-hari

(Diterjemahkan dari : Ch’an Magazine, Spring 98 , Dharma Drum Mountain Buddhist Association, New York)

Meditasi bukan merupakan akhir dari segalanya. Meditasi mempunyai tujuan untuk membantu kita dalam kehidupan kita sehari-hari, untuk membantu kita menjaga pikiran yang stabil.

Banyak orang mencari pertolongan dari luar dirinya. Mereka mungkin berdoa kepada mahkluk-mahkluk suci atau pada pertolongan orang lain, tetapi itu semua sebenarnya tidak dapat diandalkan. Seseorang harus menolong dirinya sendiri dengan kekuatan tekad dan keyakinan. Karena dua aspek pikiran ini sangat sulit untuk dimunculkan, kita perlu meditasi. Meditasi mengajarkan kita untuk memfokuskan dan menenangkan pikiran, sehingga kita dapat mengembangkan kekuatan tekad.

Kita seharusnya mencoba untuk menjaga pikiran yang stabil dalam kehidupan sehari-hari, seperti yang kita lakukan dalam meditasi. Jika kita dapat mengembangkan kemampuan ini, percaya diri akan muncul secara alami. Jika anda memiliki kekuatan tekad dan percaya diri, anda dapat menyelesaikan apa yang harus anda lakukan. Anda dapat menolong anda sendiri.

Jika anda bermeditasi setiap pagi, anda akan secara bertahap menjadi lebih mampu untuk menjaga kejernihan dan stabilitas sampai malam hari karena anda memulai hari anda dengan pikiran yang stabil. Selain itu, anda mungkin sering menemukan diri anda dalam situasi yang membangkitkan emosi anda. Anda mungkin kebingungan atau terpengaruh oleh lingkungan, dan kekotoran bathin mungkin akan muncul. Ada dua pendekatan terhadap gangguan ini yang mungkin dapat membantu. Yang pertama adalah menempatkan diri anda di luar situasi. Tetap terus berinteraksi dengan orang lain dan lakukan apa yang harus dilakukan, tetapi bertindaklah dengan sepenuhnya berdasarkan pandangan yang obyektif. Tinggalkan ego anda dan lihatlah sesuatu secara obyektif. Jika seseorang memaki anda, jangan berpikir ” Saya dilukai, Saya dimaki, Saya dalam situasi ini”, tetapi cobalah berpikir “Orang ini, dalam situasi ini, sedang mengalami masa-masa yang sulit” Letakkan posisi anda di luar ego anda dan cobalah menyelesaikan persoalan dari sudut pandang itu. Berlatihlah untuk melihat situasi secara obyektif.

Pendekatan yang kedua terhadap hal yang mengacaukan pikiran anda adalah menarik perhatian anda ke dalam dan pelajari reaksi mental anda. Lihat-lah apakah anda sedang marah, gembira, penuh nafsu atau memiliki reaksi emosional yang lain. Gunakan kekuatan kesadaran. Pada saat anda mengenali kondisi mental anda, kecemasan anda akan secara bertahap makin berkurang. Ini sebenarnya suatu cara untuk meneliti diri anda. Pada pendekatan pertama anda meneliti diri anda secara utuh di tengah-tengah situasi yang anda hadapi, dan pada pendekatan kedua anda meneliti kondisi mental anda dan menjaga kesadaran akan kondisi mental anda. Kedua pendekatan itu membuat anda mampu mengubah situasi yang tidak baik menjadi kesempatan untuk berlatih dan membuat anda mampu menjaga pikiran yang jernih dan tenang. Dengan cara ini, anda akan tidak akan terombang-ambing oleh situasi di sekitar anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: