Mengendalikan Tubuh dan Pikiran

Mengendalikan Tubuh dan Pikiran

(Diterjemahkan bebas dari Ch’an Magazine, Edisi Winter 1999)

Berlatih Ch’an adalah berlatih Buddha-Dharma, dan prinsip-prinsip yang berlaku dalam Buddha-Dharma selama ber-abad-abad juga berlaku dalam Ch’an. Beberapa prinsip ini adalah soal pengendalian tubuh dan pikiran. Mengendalikan tubuh dilakukan dengan mengatur makanan yang masuk, tidur dan pernapasan. Makanan seharusnya sederhana tetapi bergizi. Makanan juga seharusnya hanya mengisi perut kurang lebih 80 % dari rasa kenyang, tetapi jangan juga sampai membuat anda kelaparan. Makanan-makanan yang mempunyai rangsangan kuat, termasuk juga minuman yang membuat ketagihan sebaiknya dihindarkan.

Hindari juga tidur berlebihan dan juga tidur kekurangan. Untuk seorang praktisi yang serius biasanya tidur 4 sampai 6 jam pada malam hari sudah mencukupi. Anda seharusnya secara fisik aktif, tetapi juga jangan bekerja sampai kelelahan sampai energi anda habis. Kekurangan kegiatan akan membuat diri anda menjadi bebal dan malas.

Mengatur tubuh juga termasuk mengatur posisi yang tepat untuk meditasi. Ada tujuh poin yang berhubungan dengan hal ini. Yang pertama, kaki anda menyilang baik dalam posisi teratai penuh atau setengah teratai. Kedua, punggung dan leher tegak. Ketiga, telapak tangan kiri diletak-kan di atas telapak tangan kanan dan kedua ibu jari tangan bertemu membetuk bulatan oval. Ke-empat, dagu ditarik ke dalam. Kelima, mulut ditutup. Ke-enam, lidah menyentuh langit-langit atas dalam mulut. Ke-tujuh, arah mata (ditutup atau 20 % terbuka) diarahkan ke-bawah dengan sudut kira-kira 45 derajat terhadap lantai.

Mengatur napas, berarti napas anda harus natural dan halus. Jangan mencoba untuk mengontrol dengan paksa. Anda bisa menggunakan berbagai teknik pernapasan untuk menentramkan pikiran dan kalau memungkinkan bisa anda teruskan dengan teknik-teknik perenungan. Ada banyak teknik untuk menenangkan pikiran.

Untuk menenangkan pikiran, metode itu sendiri tidaklah cukup. Anda juga harus memiliki cara pandang dan konsep yang benar. Kita harus memberikan perhatian yang sama bobotnya baik pada cara pandang dan latihan. Jika anda berlatih tanpa memahami konsep-konsep Budhisme, anda akan berlatih ke arah yang salah. Demikian juga bila anda memahami konsep-konsep Buddhist tanpa berlatih, anda tidak akan dapat mendapatkan manfaat pengetahuan itu dalam hidup anda.

Walaupun Ch’an tidak bergantung pada kata-kata, tidak lah tepat juga dengan mengatakan kata-kata itu tidak berguna. Yang dimaksud sebenarnya bahwa ke-Buddha-an tidak-lah mungkin dijelaskan dengan kata-kata. Bagaimana anda menjelaskan hakekat ke-Buddha-an ? ke-Sunyata-an ? Bahkan penjelasan dalam Sutra, sebenarnya tidak cukup. Anda membutuhkan konsep-konsep, tetapi esensi utama dari latihan adalah untuk meng-aktualisasi-kan-nya dalam hidup anda dan untuk merasakan-nya sendiri dengan seluruh keberadaan anda. Saya dapat mengajar anda pandangan-pandangan Ch’an dan teknik-teknik Ch’an. Tetapi apakah anda mau berlatih atau tidak itu sepenuhnya terserah pada anda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: