SOSIOLOGI

BAB I

PENGARUH SOSIOLOGI AGAMA TERHADAP SIKAP EKSKLUSIVISME

  1. A. Latar Belakang

Sebagaimana fenomena kemasyarakatan lainnya, kegiatan-kegiatan keagamaan yang muncul di masyarakat selalu menjadi pusat perhatian tersendiri bagi kalangan sosiolog. Bahkan agama seringkali disebut sebagai salah satu struktur institusional penting yang melengkapi keseluruhan sistem sosial. Hal ini jelas telah menempatkan agama sebagai suatu institusi sosial yang memiliki ciri khas yang berbeda dengan institusi-institusi sosial lainnya.

Saosiologi agama merupakan suatu tempat untuk beradaptasi terhadap masyarakat dan agama lainnya agar setiap orang mengetahui dan mememahami betapa penting-makna sosial dan agama. karena dalam hal ini sosiologi agama sangat ber-pengaruh dalam lingkungan hidup bermasyarakat, adapun dalam kehidupan barmasyarakat yang menganut sikap faham ekslusivisme yaitu Membatasi istilah pada sistem kepercayaan yg eksistensi makhluk, kekuatan, atau kekuasaan super natural. Terpisah dari yang lain, khusus dan tidak mencakup, faham ekslusiv yaitu faham yang mempunyai kecenderungan untuk memisahkan diri dari masyarakat. Suatu agama ialah suatu sistem kepercayaan yang disatukan oleh praktek-praktek yang bertalian dengan hal-hal yang suci, yaitu hal-hal yang dibolehkan dan dilarang – kepercayaan dan praktek-praktek yang mempersatukan suatu komunitas moral yang disebut umat Buddh yaitu pancasila buddhis,

Persamaan Sosiologi & Agama Sosiologi mengarahkan pada nilai’s kemanusiaan dan harmonisasi berhubungan antara satu komponen dg komponen yg lain. dan Antara sosiologi dan agama mengarah pada nilai moral, humanisme. Sedangkan Perbedaan Sosiologi dan Agama, Agama menitikberatkan pada spiritualisme nilai keagamaan. Sedangkan Sosiologi tidak mengenal adanya nilai-nilai spiritualisme. Oleh karena  itu hubungan sosiologi dan agama adalah Saling mempengaruhi satu sama lain, Dalam masyarakat sulit dibedakan mana yang menjadi gejala’s sosial, dan mana yang menjadi gejala’s  keagamaan

  1. B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar balakang diatas maka penulis dapat mengmbil atau merumuskan masalah sebagai berikut:

1.  Mengapa masih ada Komunitas agama yang bersifat  Eksklusiv

2. Aapakah sikap  Eksklusive >< inclusive berbeda

3. Bagaimana Sikap eksklusive dalam kehidupan beragama

4. Upaya apa untukMenciptakan Suatu Sikap Dalam Kehidupan Bermasyarakat

5. Dampak Eksklusivisme

  1. C. Batasan Maslah

Berdasarkan rumusan masalah diatas penulis memiliki ketrebatasan dalam menulis maka dari itu penulis membatasi maslah no 3,4dan,5.

  1. Bagaimana Sikap eksklusive dalam kehidupan beragama
  2. Upaya apa untuk Menciptakan Suatu Sikap Dalam Kehidupan Bermasyarakat
  3. Dampak Eksklusivisme

BAB II

PENGARUH SOSIOLOGI AGAMA TERHADAP SIKAP EKSKLUSIVISME

Apa yang terjadi di masyarakat  sekarang , dengan adanya berbagai macam agama ? Agama bukan saja sebagi sistem teistik yang diorganisasi sekitar konsep tentang kekuatan supranatural, tetap juga berbagai sistem kepercayaan nonteistik (komunisme, nasionalisme, atau humanism,Eksklusivisme Di sepanjang sejarah peradapan manusia, bahkan sedang terjadi peperangan akibat fanatisme agama dan mazhab (aliran-aliran dalam sebuah agama) yang menelan korban jiwa yang tak terhitung jumlahnya. Sebagian orang memandang tragedy ini adalah akibat dari eksklusivisme agama. Padahal antara eksklusivisme dan kekerasan tidak memiliki hubungan ekivalen. Boleh jadi dalam mencari kebenaran, seseorang sampai pada eksklusivisme dan disaat yang sama dia toleransi,terhadap,pengikut,agamalain.
Eksklusivisme menyatakan bahwa hanya satu agama yang memiliki kebenaran mutlak dan agama tersebut satu-satunya jalan keselamatan dan kesuksesan. Oleh karena itu, pengikut agama lain walaupun dia orang baik tidak akan,selamat,ataus,ukses.Argumentasi,yang,dikemukakan,kaum,eksklusif,antara,lain,adalah,sebagai,berikut: kebenaran hanya satu dan keselamatan tergantung pada pengenalan hakikat kebenaran tersebut. Orang yang tidak mengenali sesuatu tidak akan pernah mengimaninya, maka setiap orang yang tidak mengenali kebenaran tidak akan mengimaninya dan tidak akan meraih keselamatan. Indonesia adalah sebuah contoh masyarakat yang sangat heterogen dimana berbagai macam kelompok yang mempunyai kepentingan-kepentingan yang berbeda saling berusaha untuk memberikan pengaruhnya yang sebesar-besaranya terhadap proses politik. Masyarakat heterogen bisa ditandai dengan adanya berbagai konstituen masyarakat yang mempunyai bahasa, suku, agama, tradisi serta pemahaman politik yang berbeda. Indonesia yang mempunyai berbagai macam suku, bahasa, agama, tradisi serta kebudayaan yang berbeda-beda merupakan contoh sempurna dari masyarakat heterogen. India adalah contoh yang lebih kompleks dari sebuah masyarakat yang sangat heterogen. Sementara itu, masyarakat homogen mempunyai komposisi konstituen masyarakat yang relatif serupa antara kelompok satu dan lainnya bila dibandingkan dengan masyarakat heterogen. Heterogenitas didalam masyarakat homogen biasanya bisa dilihat dari tingkah laku politik mereka, dan bukan dari bahasa atau tradisi yang dipunyainya. Oleh karena itu didalam masyarakat homogen, benturan-benturan kepentingan yang terjadi lebih dikarenakan oleh kepentingan politik yang bebeda dan bukan perbedaan kepentingan-kepentingan primordial yang biasanya dijumpai didalam masyarakat heterogen.

Upaya  untuk Menciptakan Suatu Sikap Dalam Kehidupan Bermasyarakat ialah Sebagai mayasyarakat kita harus mampu beradaptasi dengan lingkungan msyarakat, dan memiliki sikap toleransi dalam masyarakat sekitarnya begitu juga harus  malilikai  jiwa sosial yang tinggi pada setiap orang dan  tidak menutup diri dalam kehidupan bermasyarakat, jadi dalam upay yang seperti ini kita bisa menggeser atau merubah cara pandang kita terhadap masyarakat dan agama lain karena cara pandang kita sangat menentukan atau sangat mempengaruhi cara kita hidup ber-masyarakat

Dampak dari sifat Eksklusivisme dalam suatu masyarakat yaiu: Dampak Membuat orang sombong, Mau menang sendiri, Merendhkan orang lain, Merasa paling benar dan orang lain salah Kepentingan kelompok sendiri menjadi satu-satunya pusat perhatian, Inilah orang-orang yang sering disebut pintar tetapi gak mau mengembangkan dalam kalangan masyarakat jadi timbulah aifat-sifat yang tidak enak dipandang dikalangan masyarakat luas

BAB III

HIPOTESIS DAN KESIMPULAN

A. Hipotesis

Sebagai mayasyarakat kita harus mampu beradaptasi dengan lingkungan msyarakat, dan memiliki sikap toleransi dalam masyarakat sekitarnya begitu juga harus  malilikai  jiwa sosial yang tinggi pada setiap orang dan  tidak menutup diri dalam kehidupan bermasyaraka

B. Ksimpulan

Dalam kehidupan bermasyarakat  tidak terlepas dari ker ukunan ber-agama karena agama dan social berjalan seiring,agama tanpa sosisl tidak akan berkembang,sedangkan social tanpa agama akan memudar karena tidak memiliki keyakinanan terhadap tujuan hidupnya, Oleh karena   itu agama juga disebut:  Pertama, agama selalu meliputi seperangkat ritual atau praktek maupun seperangkat kepercayaan yang terorganisasi secara sosial dan dierlakukan oleh anggota-anggota suatu masyarakat. Kedua, kepercayaan tersebut dipandang benar hanya berdasarkan keyakinan, sehingga pada umumnya tidak terdapat keinginan untuk memvaliditaskannya dalam arti empiris. Ketiga, agama selalu mencakup konsep dunia eksistensi supernatural yang berada diatas dan dibalik dunia kehidupan sehari-hari, yang dapat diketahui, dan alamiah.

Untuk itu dalam hidup bermasyarakat kita harus mengembangkan rasa kebersanaan, Oleh karena itu Sebagai mayasyarakat kita harus mampu beradaptasi dengan lingkungan msyarakat, dan memiliki sikap toleransi dalam masyarakat sekitarnya begitu juga harus  malilikai  jiwa sosial yang tinggi pada setiap orang dan  tidak menutup diri dalam kehidupan bermasyarakat dan saling mengayomi satu-samalain

PENGARUH SOSIOLOGI AGAMA TERHADAP SIKAP EKSKLUSIVISME

MAKALAH

SOSIOLOGI AGAMA II

Semester : V

Dosen  pengampu

MUJIYANTO S.A,g.
Disusun

Klompok : IV  dan Nama :

Wahyono, Wiji L, Yanto, Yuliati

SEKOLAH  TINGGI AGAMA BUDDHA DUTAVIRA JAKARTA

STAB DUTAVIRA

JAKARTA 2008/2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: